Uma Jatiluwih
Cultural Landscape
“Setiap butir beras ditanam dengan ketulusan, dirawat secara alami, dan dipanen dengan rasa syukur.”
Petani Keluarga Uma JatiluwihDari Sawah Kami
untuk Meja Anda
Kami adalah keluarga petani dari Jatiluwih, kawasan warisan budaya dunia UNESCO di Bali.
Terletak di antara perbukitan hijau yang memukau, sawah kami telah mewarisi sistem irigasi Subak yang telah berusia ratusan tahun — sebuah filosofi keseimbangan antara manusia, alam, dan tradisi.
Setiap produk Uma Jatiluwih ditanam dengan tangan, tanpa pestisida kimia berlebihan, dan dipanen pada waktu yang tepat sesuai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Dari ladang kami langsung ke meja makan Anda — membawa serta cerita, rasa, dan warisan Bali yang sesungguhnya.
Kekayaan Bumi
Jatiluwih
Beras merah premium dari sawah warisan Subak Jatiluwih. Kaya serat, rendah glikemik, dan penuh antioksidan alami yang baik untuk kesehatan Anda.
Beras putih pilihan dari ladang Jatiluwih dengan tekstur pulen dan aroma khas. Ditanam secara alami menggunakan sistem Subak tradisional.
Beras hitam eksotis dengan kandungan anthocyanin tinggi — antioksidan kuat yang memberikan warna gelap dan manfaat kesehatan luar biasa.
Mengapa Uma Jatiluwih?
Sistem irigasi Subak yang telah berusia ratusan tahun menjaga keseimbangan ekosistem sawah kami secara berkelanjutan.
Setiap produk kami ditanam langsung oleh keluarga petani Jatiluwih yang mewarisi kearifan lokal turun-temurun.
Tanpa pestisida berbahaya. Kami menggunakan metode pertanian alami yang ramah lingkungan dan menjaga kualitas tanah.
Tinggi serat, rendah glikemik, kaya antioksidan alami. Pilihan sehat yang mendukung gaya hidup aktif dan seimbang.
Sistem Subak:
Harmoni Abadi
Warisan leluhur yang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Subak adalah sistem irigasi sawah tradisional Bali yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Sistem ini bukan sekadar teknik pengairan — melainkan sebuah filosofi hidup yang mengajarkan keselarasan.
Di Jatiluwih, sawah-sawah tersusun seperti tangga raksasa yang menghadap langit, dialiri air dari mata air pegunungan melalui jaringan saluran Subak yang rumit namun harmonis.
Setiap tetes air, setiap benih, setiap panen adalah bagian dari ritual syukur kepada alam — Tri Hita Karana, tiga penyebab kebahagiaan: hubungan baik dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
Parahyangan — Hubungan harmonis dengan Tuhan Yang Maha Esa, diwujudkan dalam ritual dan doa sebelum dan sesudah panen.
Pawongan — Hubungan harmonis antar sesama manusia, tercermin dalam gotong royong komunitas petani Subak.
Palemahan — Hubungan harmonis dengan alam, dijaga melalui pertanian alami yang tidak merusak ekosistem.
UNESCO World Heritage 2012Cooking Guide
Panduan sederhana memasak beras Uma Jatiluwih
Bilas beras 2–3 kali dengan air bersih hingga air jernih
Tambahkan 2 gelas air untuk setiap 1 gelas beras merah
Masak dengan rice cooker atau panci biasa hingga matang sempurna
“Untuk hasil terbaik, rendam beras merah selama 2–4 jam sebelum memasak. Ini akan membuat tekstur lebih lembut dan waktu memasak lebih singkat.”
Tips dari Petani Uma JatiluwihPesan Sekarang
Dapatkan beras premium langsung dari petani Jatiluwih, dikirimkan segar ke tangan Anda.